Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :

Cara Menanam Jahe Di Pot dan Tanah

/
/

Cara Menanam Jahe, Flowerian.Com – Jahe segar merupakan bahan pelengkap yang baik untuk masakan selain itu jahe juga bermanfaat sebagai pengobatan rumahan yang efektif.

Meskipun jahe termasuk rempah asli Indonesia yang mudah untuk didapatkan, tidak sedikit orang yang mencoba peruntungan untuk menanam dan membudidayakan jahe di rumah.

Menanam jahe di rumah bisa dilakukan di 2 media, yakni di dalam tanah dan di dalam pot. Seorang pemula bisa mendapatkan jahe berkualitas di toko.

Namun jika ingin menanam jahe yang lebih ekosits yang dapat tumbuh sampai 2 meter dengan bunga berukuran besar dan berwarna-warni, maka pesan saja melalui pos.

Berikut ini bagaimana cara menanam jahe yang baik dan benar di 2 media:

Persiapan Tanam Bibit Jahe

Bibit jahe bisa didapatkan dari rimpang yang telah berusia 9-10 bulan, rimpang yang nantinya akan dijadikan bibit dipotong berukuran 2.5 cm-5 cm atau cari saja yang sebebsar 2-3 jari dengan berat 25-80 gram.

Sebelum digunakan, potongan bibit harus disimpan terlebih dahulu di dalam sebuah ruangan hingga tumbuh tunasnya.

Gambar Foto cara menanam jahe yang mudahProses penyimpanan ini harus dilakukan di tempat yang kering dan terlindungi dari sinar matahari, di mana cara penyimpanannya dilakukan dengan cukup menghamparkannya begitu saja.

Cara Menanam Jahe Di Tanah

Tanaman jahe membutuhkan tanah yang gembur untuk tumbuh dan berkembang dengan subur.

1. Siapkan Lahan Tanam

Mula-mulanya ambilah sebuah cangkul, tanah dicangkul kasar sedalam 30 sentimeter atau kurang lebih sedalam 2 jengkal sambil terus membersihkan tanah dari rerumputan dan tumbuhan liar lain.

Sedangkan untuk panjang dan lebarnya sesuai kebutuhan atau keinginan saja.Gambar Foto cara menanam jahe di tanah

2. Membuat Bedengan

Setelah tanah diperhalus dan menjadi lebih gembur serta telah merata, Anda bisa melanjutkannya dengan membuat bedengan yang lebarnya 1-1,2 cm dengan tinggi 25-30 cm atau lebarnya 3-4 hasta dengan tinggi mencapai 1 ½ jengkal atau 2 jengkal.

Anda harus menyesuaikan antara panjang bedengan dengan kondisi lahan yang ada, sedangkan jarak di antara bedengan sengaja dibuat 30-50 cm atau 2-4 jengkal.

3. Beri Jarak Tanam

Buat lubang tanam dan beri jarak 25-30 cm dalam satu baris dan 40-60 cm dalam baris yang lainnya, inilah cara menanam jahe baik dan benar.

4. Beri Pupuk Kandang

Beri pupuk kandang baru kemudian masukkan tanamlah bibit jahe pada lubang tanam di mana bagian yang dihadapkan ke atas adalah bagian mata tunas, selanjutnya timbun tanah tanpa menutup tunas atasnya.

5. Siram

Siram dengan air secukupnya dan tambahkan persentase air ketika tunasnya mulai muncul.

Cara Menanam Jahe Di Pot

Selain langsung menanamnya di tanah, jahe juga dapat Anda tanam di dalam pot. Cara ini biasanya bagi mereka yang hidup diperkotaan atau bagi mereka yang tidak memiliki lahan luas.

Untuk menanam jahe di dalam pot, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Siapkan Bibit Jahe

Beli jahe segar di mana pun toko kelontong maupun pasar

2. Perendaman

Rendamlah jahe di dalam air yang hangat selama satu malam penuh

3. Siapkan Pot

Siapkanlah sebuah pot yang lebarnya 35 cm serta tingginya 30 cm lantas isi dengan tanah, pilih tanah yang gembur yang tidak akan ambles ke bawah saat disiram dan suburkan menggunakan banyak kompos.

Pada saat ini, pastikanlah jika air dapat mengalir keluar dengan baik dari pot. Pot ini mampu menampung 3 potong jahe.

4. Penanaman Jahe

Tanam jahe di bawah permukaan tanah lalu pisahkan tiap potongannya secara merata.Gambar Foto cara menanam jahe di pot

5. Hindarkan dari Sinar Matahari Langsung

Tempatkanlah pot di area yang tidak begitu bercahaya dengan suhu 24-30 derajat Celcius, karena suhu terlalu dingin bisa menghambat pertumbuhan tanaman mengingat jahe berasal dari benua Asia.

6. Siram Tanaman

Siram tanaman dengan sedikit air dan jaga selalu tanaman agar tetap kering saat di musim dingin.

7. Waktu Tumbuh

Dalam 10-12 bulan tumbuhan ini akan masak dan tumbuh hingga 60-120 cm.

8. Siap Dipanen

Gali tunas baru yang baru saja muncul di depan tanaman utama serta tanaman tunasnya di tempat yang lain atau gunakan saja jahenya.

Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Meski tanaman jahe mudah untuk dibudidayakan, namun perlu diingat jahe juga bisa terserang hama dan penyakit.

Jika hama dan penyakit ini tidak diantisipasi sejak dini, tanaman jahe bisa rusak dan bagi petani jahe bisa-bisa gagal panen.

Berikut adalah hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jahe:

Hama Jahe

1. Ulat Penggerek Akar – Dichorcrosis puntiferalis

hama ini umumnya menyerang tanaman jahe pada bagian akar. Tanda bahwa tanaman jahe terserang hama ini adalah tanaman jahe semakin lama semakin kering/layu

Hama ini jika tidak segera diatasi akan dapat membunuh tanaman jahe. Hal ini karena tanaman tidak bisa menyerap nutrisi melalui akar

Untuk mengendalikan hama ini para petani bisa menggunakan pengendali kimiawi seperti insektisida nematisida dan karbofuran dengan takaran 1gr/tanamannya

2. Kepik – Epilahre sp.

Hama ini menyerang bagian daun tanaman jahe. Tanda jika tanaman jahe diserang bisa dilihat secara langsung, tampak daun berlubang.

Cara mengendalikannya bisa dengan cara manual. yaitu membuang satu-satu hama tersebut.

Bisa juga dengan pengendali hama organik yaitu dengan air tuba.

Namun bagi Anda yang kewalahan atau 2 cara diatas sudah tidak mempan lagi Anda bisa menggunakan pestisida kimiawi.

Antara lain yang dapa digunakan adalah betasiflutrin atau profenofos.

Tapi penggunaan pestisida kimiawi memiliki kelemahan yaitu kualitas jahe yang kurang baik dari pada menggunakan pestisida organik

3. Lalat – Mimegralla coeruleifrons¹

Bagian yang diserang oleh hama ini adalah rimpang, lho kok bisa?

Sebenarnya lalat hanyalah indikator bahwa jahe rimpang sedang diserang. Penyerang sebenarnya adalah bakteri yang ada pada rimpang.

Karena bakteri menyerang rimpang, lama-kelamaan rimpang jahe mengalami pembusukan dan karena busuk lalat akhirnya datang.

Tapi ada juga kemungkinan bahwa lalat jualah yang sebenarnya membawa benih-benih penyakit kepada rimpang jahe

Cara mncegahnya adalah dengan cara menggunakan pestisida bisa organik ataupun kimiawi.

Pestisida organik yang manjur biasanya menggunakan air tuba, sedangkan untuk yang kimiawi biasanya menggunakan karbofuran dan nematisida

4. Kumbang – Araeceras fascicuralis

Sama halnya dengan lalat, hama ini juga menyerang pada bagian rimpang jahe.

Tanda-tandanya adalah rimpang jahe akan penuh dengan telur-telur kumbang tersebut

Pengendaliannya dapat menggunakan pestisida profenofos ataupun insektisida air tuba untuk yang alaminya

5. Kutu Daun – Aspidiella hartii

Sebagaimana namanya, hama ini akan menyerang bagian daun tanaman jahe.

Tanda penyakit ini telah ada adalah dengan tampaknya daun yang menguning, menggulung, layu hingga akhirnya mati

Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan cara sebagai mana mengatasi kepik

6. Nematoda – Meloidogyne sp.

Hama ini akan menyerang bagian rimpang dan akar. Ciri-ciri tanaman jahe terserang hama ini adalah adanya bintil-bintil kecil.

Dapat diketahui juga dengan melihat permukaan rimpang jahe yangw arnanya menjadi kecoklatan.

Cara mengatasi hama ini adalah dengan insektisida nematisida, karbofuran dengan takaran 1gr/tanaman

7. Busuk Rimpang

Penyebab penyakit ini adalah jamur, nama jamurnya adalah Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi

Ciri-ciri tanaman yang terserang penyakit ini adalah bagian bawah daun menjadi berwarna kuning yang selanjutnya daun menjadi layu dan akhirnya mati.

Bisa dicek juga bagian rimpang, rimpang biasanya akan membusuk.

Cara mengatasinya dengan jalan pemilihan bibit unggul, pola penanaman yang baik serta bisa juga dengan menggunakan fungisida

8. Layu Bakteri

Penyebab dari penyakit ini adalah bakteri solanacearum. Gejalanya adalah pembususkan pada bagian rimpang jahe dan jika dipotong akan mengeluarkan lendir berwarna putih susu atau kecoklatan.

Batang tunas tanaman jahe pun biasanya akan membusuk, daun tanamanpun biasanya menggulung serta warnanya berubah hingga akhirnya mati.

Cara mengatasi penyakit ini bisa dengan menggunakan Bavistin 0,25% atau bisa juga Dithane M-45 0,25%.

Tips:

Pilihlah bibit jahe yang baik sebelum penanaman. Ini bertujuan agar bibit tidak mudah terkeserang penyakit/bakteri

Ketika ada tanaman yang terserang penyakit ini segeralah mencabut dan membuangnya agar tidak menyebar ke tanaman yang sehat.

9. Bercak Daun

Penyebab penyakit jahe yang satu ini adalah jamur Cercospora atau Phyllosticta.

Ciri-ciri adanya penyerangan penyakit ini adalah timbulnya noda berwarna abu-abu di daun dengan ukuran tiga sampai lima milimeter. Warna ini lama kelamaan akan menjadi hitam.

Pada bagian pinggir daun akan tampak pembusukan, sedikit basah yang ujung-ujungnya akan menjadi pemicu kematian pada tanaman.

Cara penanggulangannya adalah dengan memilih bibit yang unggul sebelum penanaman dan membuat pola penanaman yang baik.

Kesimpulan Cara Menanam Jahe

Semua step cara menanam jahe di atas bisa segera diaplikasikan setelah Anda mendapatkan bibit yang berkualitas baik. Jangan lupa juga perhatikan kondisi tanah yang Anda miliki serta jangan lewatkan cara penanaman yang baik jika Anda berencana membudidayakannya dalam jumlah banyak.

Semoga bermanfaat! Yuk, Bagikan kepada Orang Terdekat!

8Shares

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar