Flowerian.Com – Cara membuat pupuk organik padat ternyata tidak sulit, Pupuk organik padat sangat terkenal sebagai penyubur tanaman.

Selain itu, pupuk ini juga mudah dibuat sendiri. Ingin mencoba?

Cukup menyediakan seluruh bahan-bahan organik pembuatan pupuk dan lakukan setiap langkah ini dengan benar.

Cara Membuat Pupuk Organik Padat – Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk organik padat sangat mudah didapatkan.




Ada yang di dapat dari kandang, sisa olahan industri, dan juga toko terdekat. Setiap bahan pembuatan pupuk mempunyai manfaat yang baik untuk tanaman.

Jika ingin membuat pupuk ini, maka siapkan bahan berikut. Kisaran yang digunakan untuk pembuatan pupuk organik padat padat ini adalah 10 ton.

  1. Air sekitar 40-60 liter
  2. Kotoran hewan (dapat berupa kotoran unggas, sapi, kambing, atau domba) 830 kilogram.
  3. Abu organik 100 kilogram.
  4. Serbuk atau dedak gergaji 50 kilogram.
  5. Dolomit 20 kilogram.
  6. Starter/pupuk organik padater limbah organik 1 liter.

Alat yang dibutuhkan juga dapat didapatkan di sekitar lingkungan rumah ataupun di toko terdekat.




Alat-alat dalam pembuatan pupuk padat adalah sebagai berikut.

  1. Penyiram bunga atau tanaman.
  2. Sekop atau cangkul.
  3. Plastik atau terpal untuk ruangan tidak beratap( pembuatan pupuk pada ruangan beratap tidak membutuhkan terpal).

Langkah-Langkah Cara Membuat Pupuk Organik Padat

Setelah menyiapkan seluruh bahan, lakukan langkah berikut ini untuk membuat pupuk organik padat.

1. Tiriskan kotoran ternak guna mendapatkan bahan baku dengan 60% kadar air.

2. Setelah tiris, ratakan kotoran ternak dengan tebal sekitar 20 cm.




3. Campurkan starter dan air. Campurkan pada kotoran secara merata.

4. Susunlah setiap bahan secara berlapis dengan tinggi minimal lapisan sekitar 1,5 meter.

5. Urutan lapisan adalah sebagai berikut: mulai dari abu organik, dolomit, dan serbuk gergaji.

Campur lapisan tersebut secara homogen, sisir mulai dari atas ke bawah kemudian ditumpuk kembali masih dengan ketinggian yang sama yaitu 1,5 meter.

6. Mikrobia dalam starter akan membantu proses fermentasi.

7. Balik campuran untuk proses aerasi pupuk organik padat. Hal ini juga dimaksudkan supaya pupuk organik padat terhindar dari tingginya proses fermentasi dari starter yang digunakan.

8. Langkah terakhir adalah pengayakan. Lakukan pengayakan supaya ukuran pupuk menjadi seragam.

Limbah yang tidak diperlukanpun bisa dibuang sedangkan yang cocok bisa langsung dikemas.

Proses pembuatan pupuk ini akan selesai dalam waktu kurang lebih seminggu atau sekitar empat hingga tujuh hari.

Efektif dalam penggunaan tenaga dan waktu, pupuk ini patut dicoba. Selain itu, pupuk ini juga bebas bau dan ancaman dari parasit, kimia, dan mikroba patogen sehingga pembuatan sendiri juga sangat aman.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat membuat pupuk organik padat padat ini.

Hal ini menjadi kunci sukses atau tidaknya pembuatan pupuk serta kualitas pupuk yang dihasilkan.

1. Hindarkan campuran pupuk dari panas matahari.

Panas matahari dapat membuat panas terbentuk pada campuran. Hal ini menyebabkan tumpukan pupuk menjadi kering.

2. Hindarkan campuran pupuk dari hujan.

Air yang berlebihan akan mengisi pori-pori dalam timbunan. Oksigen menjadi berkurang dan mengganggu pembusukan.

3. Perlu diperhatikan jika hasil akhir pembuatan pupuk mempunyai kadar air sebanyak 30% sehingga pupuk ini jadi berbentuk padat.

Baca juga:

Membuat pupuk organik padat sangat menguntungkan karena hemat biaya. Proses pembuatan pupuk ini juga cepat dan sangat mudah.

Sementara itu, penggunaannyapun tidak berbahaya baik. Bahkan pemula tidak akan kesulitan mencoba cara membuat pupuk organik padat di atas.

Siap mencoba?


src: aekhulan, pikado

Jika Suka
Silahkah klik "Like!".

Follow on Twetter !







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here