Istimewanya Bunga Tulip yang Orang Belum Banyak Tahu!

Posted on

Bunga Tulip, Flowerian.Com – Memiliki bahasa Latin: Tulipa, adalah salah satu spesies tumbuhan yang masuk dalam keluarga Liliaceae.

Meskipun Belanda lebih dikenal sebagai Negeri Tulip, faktanya, bunga ini berasal dari wilayah Asia Tengah, tepatnya di kawasan Pegunungan Hindu Kush dan Pegunungan Pamir, Kazakstan.

Lalu, apa saja fakta menarik mengenai bunga yang dikenal karena keindahannya ini? Berikut uraiannya lengkapnya.

Cara Menanam Bunga Tulip

Menanam Bunga Tulip tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Terdapat beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam proses penanamannya serta membutuhkan ketelatenan bagi penanamnya sendiri.

Berikut bagaimana cara menanam Bunga Tulip yang benar.

1. Tanam umbi Bunga Tulip ketika musim gugur tiba, tepatnya antara Bulan September dan Oktober untuk wilayah Utara dan Bulan Oktober dan November untuk wilayah Selatan.

Pastikan suhu tanah berada dibawah suhu 60 ºF atau sekitar 15 ºC. Jika di Indonesia kurang lebih saat dimana musim hujan akan tiba.

2. Jika penanam telah membeli umbi atau bibit untuk ditanam, segeralah untuk menanamnya.

Jika ditunda, kualitas tanaman yang dihasilkan akan menurun.

3. Untuk penanaman di wilayah Selatan yang memiliki iklim dingin yang ringan, sebaiknya untuk membeli umbi atau bibit yang telah didinginkan dalam kulkas selama kurang lebih 12 minggu sebelum ditanam.

Dari pengalaman penulis, di Indonesia bunga tulip sebenarnya bisa ditanam kapan saja.

4. Dalam memilih lokasi tanam, pastikan tanaman ini bisa mendapatkan sinar matahari setiap waktu namun tidak terlalu terik.

Selain itu, kondisi tanah juga perlu diperhatikan, seperti kemampuan mengering dengan baik, memiliki PH netral namun sedikit asam, subur, dan memiliki kontur kering dan berpasir.



Hindari tanaman ini dari kelembaban yang berlebihan serta angin kencang.

5. Sebelum ditanam, buatlah tanah sedikit berongga. Caranya adalah dengan menancapkan garpu kebun sedalam 12-15 inci ke dalam tanah.

Setelah itu, campurkan lapisan kompos kira-kira 2-4 inci.

6. Beri jarak antar umbi kira-kira 4-6 inci jauhnya sehingga memberikan ruang yang tepat bagi tanaman untuk tumbuh.

7. Untuk menanam umbi atau bibit, tanamlah minimal sedalam 8 inci agar dapat tumbuh dengan baik.

Semakin besar umbi yang digunakan, maka semakin dalam pula umbi ditanam.

Pastikan pula tanah memiliki rongga udara yang baik untuk menjaga tingkat kelembaban.

8. Setelah ditimbun dengan menggunakan tanah yang telah ditentukan, siramlah tanah dengan air secukupnya untuk merangsang pertumbuhannya.

9. Untuk menghindari hama tikus yang dapat menyerang sewaktu-waktu, penanam dapat menanam tanaman berduri di sekitar tanaman ini.

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menebarkan kotoran kucing atau kerikil tajam di sekitar tanaman agar hama tikus tidak berani mendekat.

10. Agar tanaman ini dapat bertahan lama, berikan pupuk secara seimbang ketika ditanam pada musim gugur dan kembali diberikan ketika musim semi tiba.

Gunakan pupuk kompos atau berbahan organic untuk menjaga kualitas hasil tanamnya.

Hal ini dilakukan agar umbi dapat menyimpan berbagai nutrisi baik yang dibutuhkan tanaman ini untuk tumbuh.

11. Jika bunga terlambat mekar, tidak perlu khawatir. Beberapa jenis Bunga Tulip memang memiliki bunga yang terlambat untuk mekar.

Atau mungkin bisa dicoba lagi jika memang terjadi kesalahan dalam proses penanamannya.

Cara Merawat Bunga Tulip

Perawatan yang perlu diterapkan pada Bunga Tulip bisa dibilang susah-susah gampang.

Diperlukan kecermatan dan ketelatenan penanam serta keberuntungan untuk menghasilkan kualitas bunga yang indah dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal.

Berikut adalah begaimana cara merawat Bunga Tulip dengan benar.

1. Siram tanaman hanya selama masa kering dalam musim gugur saja. Selain itu, jangan diberikan.

2. Musim penghujan di musim panas, sistem irigasi, dan tanah yang basah merupakan musuh utama dari Bunga Tulip.

Untuk itu, hindari penyiraman air langsung ke umbi karena akan menyebabkan tumbuhnya jamur dan penyakit, hingga berakhir pada pembusukkan.

Untuk mengurangi kelembaban air, berikan irisan kulit pohon pinus, pasir, atau bahan apapun yang dapat mengurangi kadar air dalam tanah.

3. Berikan pupuk kompos secara berkala untuk memberikan berbagai nutrisi penting agar bunga dapat tumbuh dengan baik.

4. Suatu saat, bunga yang telah mekar akan mati. Untuk mencabutnya, pastikan dahulu daunnya telah menguning.

Lalu setelah enam minggu setelah berbunga, bunga boleh dicabut.

5. Sebagian besar varietas bunga ini membutuhkan penanaman kembali setelah beberapa tahun.

Namun adapula yang dapat tumbuh dengan sendirinya dan berlangsung lebih sering.

note: cara paling efektif dalam menanam dan merawat adalah dengan try and error sendiri. Ini dikarenakan Indonesia memiliki berbagai macam keadaan yang berbeda di tiap kotanya.

Hama Penyakit Bunga Tulip

Selain kendala faktor cuaca dan iklim, Bunga Tulip juga memiliki musuh utama lainnya, yakni hama.

Hama yang dapat menyerangnya pun sangat bervariasi, mulai dari serangan hewan maupun hama penyakit.

Berikut beberapa hama yang seringkali menyerang Bunga Tulip sehingga kualitas bunga yang dihasilkan menjadi tidak maksimal.

  1. Jamur, khususnya menyerang umbi tanaman karena kelembaban dan kadar air yang sangat tinggi dalam tanah.
  2. Siput, dimana menyebabkan kerusakan pada dedaunan dan bunga.
  3. Kutu daun.
  4. Nematoda atau cacing gilig.
  5. Umbi yang membusuk.
  6. Hewan-hewan yang berpotensi merusak tanaman, khususnya mengambil umbinya, seperti tupai, kelinci, tikus, dan vole.
Manfaat Bunga Tulip

Bunga Tulip dikenal memiliki keindahan yang sulit ditandingi.

Maka tidak heran, tanaman ini seringkali digunakan untuk memperindah taman hingga lingkungan di sekitar rumah.

Tidak hanya itu, bahkan sejak berabad-abad yang lalu, tanaman ini sudah dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.

Sebagian besar pengolahan Bunga Tulip dijadikan sebagai minyak esensial yang dipercaya mampu menyembuhkan beragam penyakit, seperti:

1. Mencegah Anemia

Senyawa yang terdapat dalam bunga indah ini dipercaya ampuh dalam mengurangi risiko anemia dalam tubuh. Penggunanya pun tidak akan mudah letih.

2. Melancarkan Aliran Darah

Kandungan antioksidan yang tinggi serta senyawa alami yang terdapat dalam tanaman ini bermanfaat dalam melancarkan aliran darah.

Secara otomatis, sirkulasi oksigen dalam tubuh pun menjadi lancar dan kualitas hidup menjadi lebih baik.

Selain itu, bunga cantik ini juga dapat mengatasi memar akibat benturan keras pada tubuh yang mengakibatkan terjadinya pembekuan darah.

3. Mencegah Terjadinya Kanker

Karena kandungan antioksidan tinggi yang dimilikinya, Bunga Tulip juga banyak digunakan sebagai obat anti-kanker.

Hal ini dikarenakan, senyawa-senyawa antioksidan dalamnya bekerja secara simultan dalam menghentikan sel-sel kanker dalam tubuh

4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Senyawa-senyawa antioksidan dalam tanaman ini sangat berperan penting bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah menangkal radikal bebas karena banyaknya pencemaran lingkungan sekitar. Dengan demikian, berbagai macam penyakit dapat dicegah sejak dini.

5. Mengatasi Masalah Persendian dan Pegal Linu

Minyak esensial Bunga Tulip seringkali digunakan sebagai minyak urut.

Hal ini mengingat kehangatan yang dapat dirasakan serta senyawa alami yang terdapat dalamnya yang mampu melancarkan aliran darah.

Patut Anda tanam juga di kebun rumah:

Kesimpulan

Bunga Tulip merupakan tanaman yang sangat memerlukan perhatian dalam proses penanaman dan perawatannya, mulai dari suhu, kondisi tanah, tingkat kelembaban, dan perlindungan dari serangan hama.

Namun mengingat banyaknya manfaat yang dapat diberikan dari bunga indah ini, tidak mengherankan jika bunga ini banyak dibudidayakan, khususnya di wilayah yang memiliki iklim dingin dan kering.


rujukan: almanac¹, gardeningknowhow², biofinest³, medplants¹ª

Jika Suka
Silahkah klik "Like!".

Follow on Twetter !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *