Cara Menanam dan Merawat Bonsai Beringin untuk Pemula

Posted on

Bonsai Beringin, Flowerian.Com – Bonsai waringin, ara atau beringin merupakan salah satu jenis bonsai terpopuler karena memiliki bentuk yang indah.

Biasanya, tanaman ini seringkali digunakan sebagai penghias rumah dan biasa ditanam pada media pot bunga.

Namun untuk mendapatkan model sesuai dengan keinginan, kolektor tentunya harus memahami bagaimana cara merawatnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan lengkap mengenai jenis tanaman bonsai ini.

Cara Tanam Bonsai Beringin

Bonsai beringin dikenal memiliki harga yang sangat tinggi di pasaran. Apalagi jika tanaman tersebut telah memiliki bentuk yang unik dan indah.

Namun tidak perlu khawatir, ada cara lain yang dapat dilakukan untuk mendapatkan jenis bonsai ini dengan harga yang lebih terjangkau dan tentunya menantang, yakni dengan menanamnya sendiri.

Untuk membentuk bonsai beringin sesuai dengan keinginan, langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah proses penanaman itu sendiri.

Ada beberapa tahapan dalam menanam tanaman bonsai ini agar memiliki bentuk yang indah dan dapat bertahan lama, seperti yang akan dibahas berikut ini.

  1. Tahap Persiapan Alat dan Bahan

Menanam bonsai beringin dapat dikatakan susah-susah gampang.

Untuk bisa mendapatkan bentuk sesuai dengan keinginan, dibutuhkan kreativitas dan kesabaran yang tinggi selama proses pembuatannya.

Langkah pertama yang perlu kolektor ketahui adalah mempersiapkan segala alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatannya.

Bahan utama yang perlu dipersiapkan tentunya adalah bonggol beringin.

Pilihlah bonggol dengan ukuran yang cukup besar agar nantinya dapat mempermudah proses pembentukannya.

Setelah itu, siapkan pula media tanam yang diperlukan, yakni pot bunga dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran bonggol beringin yang dimiliki.

Pot nantinya akan diisi dengan media pengisi dengan unsur hara yang cukup untuk proses pertumbuhannya.

Selain itu, peralatan lain yang perlu disiapkan adalah kawat berbahan stainless steel dengan ukuran 3 mm serta gunting tanaman yang diperlukan dalam proses pembentukan pola batang bonsai nantinya.

  1. Tahap Pembuatan Media Tanam dan Pengisi

Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam pembentukannya, bonsai beringin membutuhkan nutrisi dan unsur hara yang cukup.

Jumlah unsur gara ini sendiri tidak boleh kurang maupun berlebihan. Maka dari itu, media pengisi pot harus memiliki struktur yang padat dengan unsur hara yang tidak terlalu banyak.

Tanah dapat dicampur dengan batu-batu kerikil kecil maupun pasir untuk memenuhi kriteria yang telah disebutkan di atas.

  1. Tahap Pembentukan Pola

Setelah media tanam telah siap, langkah selanjutnya adalah proses pembentukan pola. Langkah ini sangat membutuhkan kreativitas dan kesabaran kolektor untuk menghasilkan bentuk bonsai beringin yang indah.

Kawat stainless steel digunakan dalam membentuk pola sesuai dengan keinginan.

Selain itu, kawat ini juga bermanfaat dalam menahan dahan agar tidak mudah jatuh dan merusak penampilan bonsai nantinya.

Tidak ada batas waktu yang pasti kapan pembentukan pola ini berakhir. Kolektor dapat membentuknya hingga mendapatkan bentuk bonsai beringin sesuai dengan keinginan.

Proses ini harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak bonsai dan kawat tidak boleh patah.

Cara membentuknya adalah dengan melilitkan kawat mengitari pola yang telah dibuat, mulai dari pangkal hingga ujung dahan. Gunakan tang jika merasa sulit dalam melilitkan kawat pada batang bonsai.

Selain itu, pastikan lilitan kawat diatur dengan kencang karena bekas lilitan ini malah akan memperindah bonsai ketika telah memiliki ukuran yang besar.

Perawatan Bonsai Beringin

Perawatan bonsai beringin tidak ubahnya merawat jenis tanaman lainnya.

Tidak ada perawatan khusus yang perlu dilakukan selama perawatan dilakukan secara rutin dan teratur.

Terdapat tiga kegiatan yang perlu dilakukan dalam merawat tanaman bonsai ini, yakni:

  1. Penyiraman

Bonsai Beringin harus selalu disiram menggunakan air bersih secara teratur setiap harinya.

Untuk mencegah munculnya gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan bonsai, tambahkan lumut pada permukaan media tanamnya.

Hal ini juga dapat dilakukan pada berbagai jenis bonsai lainnya, seperti Bonsai Kelapa maupun Bonsai Pinus.

Selain itu, tempatkan bonsai di tempat yang teduh dan terhindar dari cahaya matahari langsung.

  1. Pemangkasan dan Penyiangan

Pemangkasan dan penyiangan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Untuk pemangkasan dapat dilakukan pada daun atau dahan yang telah tumbuh secara tidak beraturan.

Selain itu, pemangkasan juga penting untuk mencegah bonsai beringin tumbuh terlalu besar.

Sedangkan untuk penyiangan sendiri dapat dilakukan jika tidak menggunakan media lumut.

Gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman bonsai harus selalu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan dari tanaman bonsai itu sendiri.

Penampilannya pun akan selalu terlihat rapi dan indah.

  1. Pembukaan Kawat

Jika kawat sudah terlihat tenggelam dalam batang, lepaskan segera agar tidak mengganggu pertumbuhannya.

Setelah dilepaskan, kolektor cukup memperhatikan proses pertumbuhannya agar selalu terkendali.

Pergantian pot dapat dilakukan jika bonsai telah tumbuh semakin besar. Selain itu, media tanam pun juga harus diganti baru.

Biasanya, bonsai beringin membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 minggu untuk beradaptasi dengan media tanam baru.

Selama proses ini, hindari proses pemupukan hingga akar pulih 100%.

Penyubur Bonsai Beringin

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sangat disarankan untuk menggunakan pupuk organik yang telah dilarutkan dalam air.

Aturlah jumlah takaran pupuk secara proporsional supaya tidak menyebabkan masalah selama proses perawatannya.

Selain itu, pembuatan pupuk ini harus selalu diperhatikan dengan memenuhi persyaratan unsur yang dibutuhkan oleh jenis bonsai ini, seperti fosfor, nitrogen, dan potasium.

Unsur-unsur ini sangat diperlukan selama proses pertumbuhan bonsai beringin.

Untuk mempercepat proses pertumbuhannya, pencampuran pupuk kimia dapat dilakukan dengan takaran yang tepat.

Takaran campuran penggunaan pupuk ini dapat disesuaikan dengan ukuran bonsai yang dimiliki serta kondisi media tanamnya.

Hama Penyakit Bonsai Beringin

Satu hal yang perlu diwaspadai oleh kolektor bonsai beringin adalah serangan hama penyakit.

Hal ini dikarenakan proses pengerdilan yang dilakukan pada bonsai membuatnya sangat rentan terhadap serangan hama penyakit.

Hama yang paling sering terlihat menyerang jenis bonsai ini adalah wereng cokelat dan ulat. Lalu bagaimana cara mengantisipasinya? Berikut beberapa tahapannya.

  1. Pembersihan Secara Teratur

Pembersihan dapat dilakukan dengan menyikat batang bonsai dengan sikat khusus untuk menghindari pertumbuhan jamur.

Selain itu, penyiangan gulma serta pembersihan dedaunan kering perlu dilakukan untuk mencegah serangan hama penyakit.

  1. Pastikan Bonsai Mendapatkan Udara Segar dan Cahaya yang Cukup

Setidaknya, bonsai perlu diletakaan di tempat terbuka untuk mendapatkan udara segar dan cahaya yang cukup. Bonsai Beringin dapat diletakkan dalam rumah setidaknya 2-3 jam/hari saja.

  1. Pemupukan dan Penyiraman

Pemupukan dan penyiraman secara teratur dapat mencegah serangan hama penyakit. Selain itu, pastikan kelembaban tanah dalam kondisi yang baik untuk mencegah tumbuhnya jamur.

  1. Pemberian Insektisida

Pemberian insektisida setiap minggunya dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama serangga.

Pastikan pula insektisida yang digunakan aman untuk manusia serta tanaman bonsai itu sendiri.

Galeri Gambar Bonsai Beringin

Gambar Foto Bentuk Bonsai Beringin

Gambar Foto Bonsai Beringin Akar

Gambar Foto Bonsai Beringin Amplas

Gambar Foto Bonsai Beringin Batang Besar

Gambar Foto Bonsai Beringin Elegan Istimewa

Gambar Foto Bonsai Beringin Iprik

Gambar Foto Bonsai Beringin Kimeng

Gambar Foto Bonsai Beringin Pemula

Gambar Foto Bonsai Beringin Tua

Gambar Foto Bonsai Beringin Ukuran Besar

Gambar Foto Bonsai Beringin XL

Kesimpulan

Bonsai beringin merupakan jenis bonsai yang paling banyak diminati kolektor karena keindahan dan keunikan bentuk yang dimilikinya.

Untuk mendapatkan bentuk sesuai dengan yang diinginkan, penanaman dan perawatan harus dilakukan dengan tepat.

Selain itu, hal ini juga perlu dilakukan untuk mencegah serangan hama penyakit yang dapat merusak kualitas bonsai yang dimiliki.


Yuk, Bagikan kepada Orang Terdekat!
1Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *